Edukasi Toleransi Sejak Dini

Edukasi Toleransi Sejak Dini

Indonesia terkenal karena keanekaragaman alam dan budaya. Berbagai macam suku, etnis, dan agama hidup di negara katulistiwa tersebut. Penduduk yang berasal dari berbagai macan latar belakang budaya, kemudian memunculkan perbedaan pandangan, pemikiran, hingga kebiasaan hidup. Perbedaan-perbedaan tersebut besar kemungkinan dapat melahirkan sikap tidak suka atau bahkan memusuhi. Kasus-kasus intoleransi yang pernah terjadi di Indonesia juga tidak dapat dikatakan sedikit. Alasan yang melatar belakangi peristiwa tersebut pun juga beragam.

Setara Institute sebagai Lembaga swadaya masyarakat yang memiliki fokus penelitian dan advokasi mengenai demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan politik, sebagaimana diberitakan tirto.id mencatat beberapa peristiwa intoleransi yang berhubungan dengan pelanggaran keyakinan beragama. Pertama, peristiwa pelarangan pembangunan fasilitas rumah dinas pendeta di Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Kecamatan Napagaluh, Kabupaten Aceh Singkil. Peristiwa ini terjadi pada 1 September 2020.

Kedua, gangguan yang dialami oleh jemaat HKBP KSB di Kabupaten Bekasi. Kejadian dilakukan oleh sekelompok intoleran yang mengganggu kegiatan ibadah yang sedang berlangsung, yaitu pada tanggal 13 September 2020.

Ketiga, pelarangan ibadah yang dialami oleh jemaat dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). Peristiwa yang dilakukan oleh sekelompok warga Graha Prima, dari Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor ini terjadi pada tanggal 20 September 2020.

Keempat, lagi-lagi yaitu pelarangan ibadah yang menimpa umat Kristen di Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Peristiwa ini terjadi pada 21 September 2020.

Berdasarkan beberapa kejadian intoleransi beragama seperti dijelaskan di atas, menandakan kekerasan dalam kebebasan kerkeyakinan di Indonesia masih sering terjadi. Dalam tulisan tersebut, Setara Institute juga mencatat bahwa setelah tahun politik 2019, terdapat kecenderungan peningkatan intoleransi serta tindakan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok agama minoritas.

Penanaman sikap manghargai pada anak

Edukasi Toleransi Sejak Dini

Salah satu hal kecil namun penting yang harus dilakukan untuk mencegah agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, adalah dengan memberikan edukasi mengenai toleransi kepada anak sejak dini. Anak dan generasi muda yang menjadi pewaris dan penerus suatu bangsa, tentu harus diberikan pendidikan yang lebih baik agar masa depan suatu negara tersebut lebih baik pula. Berikut adalah alasan mengapa Pendidikan toleransi sangat penting diberikan kepada anak.

  1. Mudah beradaptasi

Ketika anak tidak terbiasa dengan orang atau lingkungan sosial yang berbeda, maka ketika bertemu atau dihadapkan oleh suatu perbedaan, akan cenderung minder, takut, atau bahkan menarik diri. Memberi pengetahuan bahwa dunia terdiri dari banyak perbedaan akan membuat anak lebih siap untuk bertemu dengan orang atau suatu budaya yang berbeda seperti dirinya. Hal tersebut membuat anak akan lebih mudah untuk berbaur dan beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru.

  1. Menambah wawasan

Era globalisasi yang membuat dunia seakan tanpa batas ini akan membuat peluang anak bertemu dan menemukan perbedaan semakin besar. Jika pemahaman bahwa perbedaan adalah suatu hal yang biasa, tidak ditanamkan sejak dini. Besar kemungkinan dikemudian hari, anak akan lebih sulit beradaptasi. Berada di lingkungan yang heterogen atau beragam bisa saja membuatnya tidak nyaman. Jika anak sampai menarik diri dari lingkungannya yang baru, maka kesempatan untuk banyak belajar dari orang lain pun akan tertutup. Hal ini berimbas pada wawasan atau pengetahuan anak yang kurang baik.

  1. Lebih berani bertindak dan berekspresi

Seperti pada poin pertama dan kedua, sikap toleransi dan pemahaman mengenai perbedaan adalah suatu hal yang biasa, akan membuat anak lebih siap terjun ke lingkungan yang baru. Adaptasi diri yang baik dengan berbagai lingkungan sosial yang beragam, membuat anak akan lebih mudah bertindak serta lebih berani untuk mengekspresikan karyanya.

Lalu Pendidikan atau langkah seperti apa yang harus dilakukan oleh para orang tua untuk membiasakan sikap toleran kepada anak sejak dini? Berikut adalah penjelasannya

Pertama, biasakan anak untuk bersosialisasi. Kegiatan ini bisa menjadi langkah awal agar anak lebih terbiasa melihat dan bertemu dengan orang-orang baru, yang berbeda dari yang ditemui sebelumnya. Mengajak anak ke pasar, mengunjungi teman, atau membawa serta anak dalam berbagai kegiatan positif, menjadi beberapa contoh yang dapat diterapkan.

Kedua, memperkenalkan dengan banyak budaya. Seperti penjelasan sebelumnya, mengajak anak untuk mengikuti berbagai event menjadi salah satu cara menanamkan sikap toleransi. Mengunjungi taman budaya atau melihat pameran hasil kebudayaan, menjadi sarana untuk memperkenalkan langsung berbagai macam suku dan budaya kepada anak.

Ketiga, memberi teladan berupa tindakan nyata. Selain memberi Pendidikan berupa penjelasan-penjelasan, proses belajar yang paling penting yaitu dengan mempraktekannya secara langsung. Memberi bantuan kepada orang lain tanpa melihat perbedaan suku, ras, dan agama, menjadi cara jitu agar anak memiliki perilaku toleran kepada orang lain. Kegiatan ini lebih baik sesering mungkin melibatkan anak di dalamnya.