Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

Salah satu keberhasilan utama Pendidikan adalah terbentuknya sifat dan sikap yang baik pada peserta didik. Pendidikan karakter kemudian menjadi pilar penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan yang satu ini adalah salah satu yang menentukan apakah ilmu pengetahuan yang didapat para siswa dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungan, ataukah justru pengetahuan tersebut yang akan menjadi malapetakan dan sumber masalah.

Sering kali dijumpai tulisan yang mengatakan bahwa para pengajar di luar negeri lebih khawatir jika muridnya tidak bisa mengantri dari pada tidak memahami teori pelajaran disekolah. Ketika siswa mampu untuk mengantri, berarti siswa sedikit banyak telah mengetahui bagaimana konsekuensi persiapan yang kurang matang, yaitu mendapat nomor antrian belakang karena datang terlambat. Selain itu budaya mengantri memberikan pelajaran dan pemahaman kepada anak, akan hak orang lain, menghargai sistem, serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang berupaya melatih, mengarahkan serta mengembangkan nilai-nilai positif pada peserta didik, sehingga terbentuklah karakter baik yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap orang lain dan liingkungan sekitar.

Sedangkan menurut John W. Santrock, Pendidikan karakter merupakan pendidikan dengan cara pendekatan langsung kepada anak dengan tujuan menanamkan nilai moral yang baik guna mencegah perilaku menyimpang.

Anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, sudah seharusnya memiliki karakter yang baik agar masa depan suatu negara menjadi lebih baik pula. Maka dari itu Pendidikan karakter ini dirasa perlu dan penting. Dilansir dari kumparan.com berikut adalah beberapa fungsi Pendidikan karakter.

Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

Pertama, mengembangkan potensi dasar manusia supaya menjadi individu yang berhati, berpikir dan berperilaku baik. Setiap individu tentu memiliki potensi dasar yang positif. Melalui Pendidikan karakterlah kemudian anak-anak dibimbing untuk menggunakan hati nurani dan perasaan, berpikir secara rasional, dan berperilaku baik sesuai dengan nilai-nilai yang dipahami dan disepakati oleh lingkugan sekitar.

Kedua, membangun serta memperkuat perilaku masyarakat, dalam hal ini masyarakat yang beragam atau multikultural. Keadaan sosial masyarakat Indonesia yang beragam inilah yang mengharuskan setiap individu memiliki karakter yang baik dan toleran supaya harmonisasi di masyarakat tetap terjaga.

Ketiga, membangun dan meningkatkan peradapan bangsa. Apabila suatu bangsa memiliki masyarakat yang berperilaku baik dan karakter yang positif, maka kemajuan bangsa tersebut akan secara otomatis mengikuti. Ilmu pengetahuan yang didapat apabila dimiliki oleh orang yang perberilaku dan berkarakter positif akan menjadi sumbangsih besar bagi pembangunan suatu bangsa.

Metode dalam pendidikan karakter pada anak

Abdullah Nashih Ulwa, sebagaimana termuat dalam Jurnal Golden Age Universitas Hamzanwadi tahun 2017, mengemukakan beberapa metode Pendidikan, yaitu:

  1. Pendidikan dengan keteladanan

Ketika orang tua telah memberikan contoh perilaku yang baik terhadap anak, hendaknya tidak merasa cukup terlebih dahulu telah menunaikan semua tanggung jawab pendidikan anak. Keteladanan atau contoh baik tersebut harus diberikan terus menerus agar terbentuk karakter anak yang baik. Semakin sering anak melihat sikap dan perilaku positif dari orang sekitarnya, semakin tertanam pula perilaku tersebut.

  1. Pendidikan dengan kebiasaan

Para pendidik baik itu orang tua atau pun guru di sekolahan, dapat meminta anak untuk mengulangi perajaran apa yang telah didapat sebelumnya. Pengulangan semacam itu tentu saja bertujuan untuk membangun kebiasaan dalam berperilaku baik.

  1. Pendidikan dan nasihat

Mendongeng atau bercerita dapat menjadi alternatif untuk memberikan Pengajaran sekaligus nasehat kepada anak. Menurut Ahmad Atabik dan Ahmad Burhanuddin, metode bercerita ini dinilai sangat efektif bagi pembentukan karakter anak usia dini. Hal itu karena mereka memiliki tingkat perasaan yang tinggi. Sehingga ketika melihat atau mendengan sesuatu hal yang baru, akan langsung tertarik dan memperhatikan apa yang dikisahkan dan disampaikan oleh pencerita. Diakhir bercerita para pendidik dapat memberikan hikmah dari apa yang disampaikan. Sehingga melalui kegiatan yang menyenangkan itu pula anak-anak atau peserta didik tetap mendapatkan pelajaran berperilaku yang baik.

  1. Pendidikan dengan selalu memberikan perhatian dan pengawasan

Perhatian kepada anak juga menjadi faktor keberhasilan pendidikan karakter. Selain itu pengawasan atas sikap dan perilaku anak juga merupakan kontrol agar anak tetap terbiasa dengan pemahaman akan perilaku positif. Contoh lain yaitu ketika melihat orang berbuat baik, orang tua atau para pengajar kemudian memberi penjelasan dan mendorong anak untuk melakukan hal serupa. Dan sebaliknya jika anak melihat suatu perilaku yang kurang baik maka harus dijelaskan apa dampak buruk dari perilaku tersebut.

Alasan mengapa pendidikan karakter sebaiknya diberikan sedini mungkin kepada anak, karena usia anak-anak merupakan masa belajar dari apa yang dilihat dan dipahami. Dimana hasil belajar diusia tersebutlah yang menentukan sikap dan perilaku anak dikemudian hari. Pendidkan karakter ini juga tidak bisa hanya menjadi tanggung jawa guru di sekolah-sekolah, namun juga menjadi kewajiban orang tua yang harus di terapkan di rumah sebagai suatu kebiasaan.