Sekolah Alam Sebagai Alternatif Sekolah Anak

Sekolah Alam Sebagai Alternatif Sekolah Anak

Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia. Membekali diri dengan ilmu pengetahuan menjadi bekal dikemudian hari untuk meraih kesuksesan. Sebagai upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah Indonesia kemudian memberlakukan wajib belajar 12 tahun bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan formal di sekolah menjadi garda terdepan sebagai salah satu tempat untuk menimba ilmu. Seiring perkembangan zaman, kemudian lahirlah beberapa metode belajar baru. Begitu pun masyarakat Indonesia yang mulai memiliki alternatif pendidikan lain. Salah satunya yaitu sekolah alam yang muncul satu dekade belakangan ini.

Sekolah alam merupakan sIstem sekolah yang cukup baru di tengah masyarakat Indonesia. Dilansir dari tirto.id, metode sekolah ini pertama kali diprakarsai oleh Ella Flatau pada tahun 1950. Ide untuk membuat taman kanak-kanak di hutan ini, pertama kali muncul karena terinspirasi dari kebiasaan yang sering dilakukan dengan anak-anaknya dan tetangganya, yaitu bermain dan menghabiskan waktu bersama di hutan atau di alam. Ia kemudian memasukkan materi jalan-jalan ke hutan sebagai salah satu kurikulum pembelajaran di taman kanak-kanak tempat ia mengajar. Metode pembelajaran seperti ini ternyata disambut baik oleh para orang tua, yang berbondong-bondong memasukkan anak mereka ke sekolah tersebut.

Model Pendidikan yang dibuat oleh Flatau ini kemudian banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah di Denmark sekitar tahun 1970-1980. Dan untuk saat ini, sekitar sepuluh persen taman kanak-kanak di Denmark menerapkan model Pendidikan yang berlokasi di alam terbuka. Situs resmi Asosiasi Sekolah Hutan di Britania Raya menjelaskan bahwa sistem belajar di hutan kemudian menarik minat sekelompok calon perawat dan dosen dari Bridgewater Collage, Somerset sekitar tahun 1993. Mereka lalu membawa, memperkenalkan, dan mengembangkan metode belajar tersebut di Britania Raya.

Definisi sekolah alam menurut para praktisi yang menyelenggarakan konferensi nasional pada tahun 2002, adalah sebuah proses yang menawarkan kesempatan regular kepada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa guna mengembangkan kepercayaan diri melalui sebuah pengalaman belajar langsung di hutan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sekolah alam merupakan sekolah yang proses belajar dan mengajarnya dilaksanakan di alam terbuka. Metode pembelajarannya lebih pada action learning, atau anak belajar dengan mengalaminya langsung. Serta penggunaan alam sebagai sarana atau media belajar.

Kelebihan sekolah alam bagi tumbuh kembang anak

Sekolah Alam Sebagai Alternatif Sekolah Anak

Metode serta fokus keberhasilan Pendidikan dalam sekolah alam jelas sangat berbeda dengan apa yang sering menjadi patoka di sekolah formal pada umumnya. meskipun begitu, sistem belajar yang cukup baru di tengah masyarakat Indonesia ini nyatanya cukup diminati, karena beberapa kelebihannya. Berikut adalah beberapa keunggulan dari sekolah alam.

  1. Anak memiliki ruang gerak yang luas

Sesuai dengan namanya, sekolah alam akan membuat anak lebih dekat dengan alam dan lingkungan. Tentu saja pembelajaran akan lebih banyak dilaksanakan di ruang terbuka. Pemanfaatan potensi alam yang ada di sekitar lingkungan menjadi salah satu cara pembelajaran di sekolah ini. Dan dari situlah anak kemudian akan memiliki ruang belajar yang lebih luas.

  1. Membuat anak lebih berimajinatif

Pembelajaran yang dilakukan di sekolah alam yaitu dengan mempelajari materi sekolah di lingkungan sekitar. Sebagai contoh, pelajaran sains akan diberikan dengan memperlihatkan langsung objek yang sedang dipelajari. Belajar dengan mempelajarinya langsung di alam inilah yang akan meningkatkan daya kreasi anak dalam mendapatkan ilmu baru. Cara tersebut akan membuat pola pikir anak menjadi lebih imajinatif.

  1. Membuat anak lebih kreatif

Metode belajar yang membebaskan para siswa untuk mengeksplorasi alam akan membuat daya kreatifitas lebih terasah. Tentu saja ini merupakan bekal yang penting untuk meraih sukses dikemudian hari.

  1. Mampu bekerja sama

Tugas atau permasalahan yang diberikan guru dalam kegiatan belajar mengajar sering kali akan diselesaikan secara teamwork. Bekerja sama untuk mencari penyelesaian di setiap permasalahan juga akan membuat anak lebih sensitif dengan lingkungan sekitarnya.

  1. Kedekatan yang baik antara guru dengan murid

Beberapa sekolah alam di Indonesia memiliki cara untuk membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan. Ketika siswa datang, maka akan langsung disambut dan diberi pelukan oleh guru kelas. Kemudian anak-anak akan diminta untuk menceritakan kegiatan dan pengalaman di hari sebelumnya. Kegiatan ini akan membuat anak merasa lebih dekat dengan guru, sehingga proses belajar lebih menyenangkan.

  1. Meningkatkan berpikir kritis

Berbeda dengan konsep belajar di sekolah-sekolah pada umumnya, yang menjadikan guru sebagai sumber informasi dan pusat belajar siswa. Disekolah alam, fungsi guru hanya sebagai media yang memfasilitasi murid untuk belajar. Cara ini akan membuat anak lebih peka pada setiap persoalan yang dihadapi. Proses belajar yang mengharuskan anak mencari jawaban atas persoalan yang ada, akan memunculkan fakta-fakta baru atau bisa juga memunculkan pertanyaan pertanyaan baru. Kegiatan ini akan membuat anak lebih bisa berpikir kritis terhadap apa yang dilihat.